Dibawah pohon, di pojok Taman Alun Kapuas, Adi serta adiknya, Chika, terlihat asyik main dengan seekor sugar glider, hewan kecil dengan nama lain Pertaurus Breviceps. Mereka berdua merupakan tamu pertama Pontianak Sugar Glider sore itu, suatu komune yang menyenangi sugar glider di Kota Pontianak yg sering bergabung di taman.
Mereka ketawa riang sewaktu hewan mungil itu bergerak melalui lengan mereka. Terlihat raut bahagia sekaligus juga rasa ingin tahu terpancar dari muka mereka.
Hewan yg termasuk juga dalam group mamalia berkantung ini terakhir berubah menjadi diva di Taman Alun Kapuas.
Pontianak Sugar Glider seringkali bawa turun peliharaan mereka buat dibawa main bersama-sama pengunjung. Tidak bingung, dalam tempo sesaat tempat mereka udah ramai oleh warga yg ingin menyaksikan langsung kelincahan hewan imut yg habitat aslinya di Australia serta Papua Nugini.
Meskipun udah berdiri mulai sejak Oktober 2014, wakil ketua komune, Hari Febriansyah menyampaikan sugar glider masih terdengar asing untuk segelintir orang.
Hewan omnivora ini miliki ukuran yg mungil dengan bulu yg lembut. Ia menyampaikan sugar glider tidak sekedar spesial sebab potensinya meloncat dari satu tempat ke lain tempat, kelebihan yang lain merupakan hewan ini tak perlu divaksin, sampai-sampai aman dijaga oleh semua golongan.
Ia memaparkan pelihara hewan ini begitu ringan. Nama sugar yg diambil dari kesenangannya konsumsi makanan manis jadikan Sugar Glider sering dikasih susu, akan tetapi susu yg bebas glukosa serta lactosa, sebab ia dapat alergi. Buat makanan sesehari sugar glider cukup dikasih bubur bayi.
Baca Artikel Terkait : sugar glider albino
" Buat tempat tidur ringan, terserah pengen dibuatkan kandang yg seperti apa, utamanya tenang serta tidaklah terlalu gelap sebab ia hewan nocturnal, jika gelap kerajaannya tidur senantiasa " katanya.
Ia memaparkan berlainan dengan hewan lain yg punya potensi menularkan penyakit, sugar glider adalah hewan yg aman. Perawatan ringan serta lucu, berikut sebagai faktor kenapa ia memeliharanya.
Sugar glider yg ia memelihara merupakan style mosaic, di Pontianak style ini menguasai, persis seperti sugar glider classic gray.
" Sekarang ini udah mulai banyak yg pelihara hewan ini, namun hanya terbatas golongan komune. Pada umumnya mungkin belum segalanya mengetahui tupai loncat, sebab itu kita ada pada sini, " terangnya.
Ia menyampaikan sebelumnya sugar glider pertama di Pontianak datang dari Jawa Barat, hingga akhirnya banyak yg tertarik buat pelihara hewan ini serta mengadopsinya, semakin lama berubah menjadi peternak sampai sugar glider banyak didapati di Pontianak.
" Saya ingin semakin banyak yg ingin tahu pada sugar glider, sebab dengan ada banyaknya penggemar hewan, lahir hewan-hewab baru yg tidak diambil dari alam, " tangkisnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar