Penurunan penghasilan perusahaan yg beroperasi di bagian property ini diakibatkan oleh penutupan tenant di sejumlah tempat pusat perbelanjaannya. Akhirnya, beban inti perusahaan per tahun yang kemarin alami penurunan 6, 16% jadi Rp 43, 03 miliar.
Menurut Direktur juga sekaligus Sekretaris Perusahaan POSA, Astried Damayanti, tujuan perkembangan dua digit pada tahun ini diraih dari peran mal-mal POSA. Sesudah itu, penghasilan itu akan juga disumbang oleh Jambi City Center yg dapat mulai bekerja Oktober kedepan.
Jadi info, perusahaan yg berdiri pada 2010 serta beroperasi di bagian usaha property berwujud pusat pertokoan, hotel, serta kesibukan/sarana yang lain ini mengurus mal Ambon City Center.
Selanjutnya, anak perusahaannya mengurus pusat pertokoan di Ponorogo, Lombok, Tanjung Pinang, serta Jambi. Kecuali pusat pertokoan, anak perusahaan POSA, PT Pusat Usaha Ponorogo miliki suatu hotel di kota Ponorogo.
Buat menaikkan penghasilan perusahaan di tahun ini, Astried menyampaikan, pihaknya bakal mengupdate mal-mal yg ada. Langkah ini dilaksanakan agar orang tertarik buat masuk ke pusat pertokoan yg POSA urus.
Baca juga: Denah Rumah
“Dengan lebih beberapa orang yg masuk, trafik kunjungan serta pembelian bertambah. Hal semacam itu bakal mengundang tenant-tenant buat masuk, “ kata Astried di Jakarta, Jumat (10/5) . Jadi contoh, di Lombok City Center yg tengah di-renov, POSA bakal masukkan sejumlah tenant yg cukup besar di tahun ini.
Buat menaikkan kwalitas pusat perbelanjaannya, tahun ini POSA akan juga bereksperimen dengan ikuti kepentingan pola hidup pembeli dengan perbanyak toko retail. Jumlahnya toko yg mendukung pola hidup ini gagasannya dapat termasuk 50% dari tiap-tiap mal-mal POSA.
Dengan demikian, buat jalankan peningkatan usaha di tahun ini, Bliss Property jalankan penawaran saham pertama atau initial public offering di BEI pada Jumat (10/5) . “Makanya kami IPO agar miliki dana buat refame mal, ” ujarnya. Lewat IPO ini, emiten ini dapat beroleh dana fresh sampai Rp 255 miliar.
Menurut Direktur Penting POSA, Grasianus Johardy Lambert, sebesar 79% dana yg diraih dari IPO bakal diperlukan modal kerja perseroan serta perusahaan anak buat pembiayaan operasional pusat pertokoan, perawatan gedung serta perlengkapan, dan membayar keharusan seperti pada supplier serta vendor.
Rinciannya 12% diperlukan perseroan serta 88% buat anak perusahaan. “Pertama bakal diperlukan buat peremajaan serta operasional mal. Kami bakal mengerjakan peremajaan gedung serta perbaikan alat-alat, ” ujarnya.
Selanjutnya, 21% dana IPO bakal diperlukan buat berbelanja modal berwujud penyelesaian Jambi City Center (JCC) serta renov Lombok City Center (LCC) . Rinciannya 18% buat renov LCC serta 82% buat penyelesaian JCC.
Kedepannya, Grasianus menyampaikan, perusahaannya bakal konsentrasi meningkatkan property di beberapa wilayah yg belum terjamah dengan peretail. Sayangnya, dia belum memastikan wilayah spesifiknya. “Kami belum putuskan. Kami butuh studi penduduk seputarnya seperti apa, ” ujarnya.
Biarpun demikian, menurutnya, sejauh ini perusahaannya tidak menemukannya rintangan bermakna dalam menyelesaikan usaha di beberapa daerah itu. Argumennya, pemda cukup suka sebab hadirnya POSA ikut mendukung peningkatan wilayah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar